Saturday, November 5, 2016

Sajak Pagi

Pemandangan favoritku setiap pagi :')

***

Hai, sudah melek lagi? Selamat pagi!

Coffee? Tea? Ini juga ada roti. Manis sekali, habis diberi selai stroberi. Eh, ingin nasi? Sini sini, ku suapi sambil kau memakai kaos kaki. Risih? Ini efisiensi! 

Amboi, pagi ini kau melamun lagi. Pahit kok diratapi? Kenapa seakan kau menikmati? Seakan menyiksa hati berubah status menjadi hobi.

Sedih. Melihat kau hatiku pilu pedih. Ini terjadi setiap hari. Ku amati kau sibuk sekali--menanti takdir tentatif: yang pergi sudi kembali.

Wahai kekasih hati, sesekali tengoklah kemari. Beri tahu apa yang kau cari. Yang rinci, agar celah itu bisa ku cari.

Satu yang pasti, tiap kau berkecil hati, ingat aku selalu di sini.

Kini hingga nanti nanti, diri ini siap berbagi luka hati dengan perasaan yang berseri.

Kau tanya kenapa mesti segala berseri? Retoris. Kan kau tahu aku jatuh hati.

Iya sih, kau tak peduli.

Tapi... Tapi...

Monday, October 31, 2016

Sedang Tidak Bermain-Main

Hasil gambar untuk work girl pinterest
Gambar pinjam dari sini

Menghabiskan waktu dari Senin hingga Sabtu.
Bermain dan menegosiasikan harga yang kerap kali teracuhkan.
Keras membantu, Aku bersandiwara dengan penghargaan yang sengaja Aku rangkai diam-diam.
Jam dinding di kantor menamparku tepat ketika Aku mulai gelisah tentang dimana tempat untuk membuang beban dan menyenderkan ego yang belum juga padam.


*hadiah puisi dari Teti Diana :)

Saturday, September 3, 2016

Turning 25

Now I'm not a girl, not yet a woman.
Hi a quarter life crisis!
Money can be a serious issue if not handled properly.
Should I feel weird about being single?
Set more goals and evaluate the old ones.
Start developing some good habits.
Be mature.
Be mature.
Be mature.

Be.
Mature.

"Maturity has more to do with what types of experiences you've had, and what you've learned from them, and less to do with how many birthdays you've celebrated" (Unknown)

Tuesday, March 29, 2016

An Essay Homework

Mr. Berman: I suggest that you start by trying to write an essay, 500-600 words about yourself, your life and your interests. What do you want to study abroad and why?

*** 

My name is Gita. I spent my first 18 years in Bekasi, then 6 years in Yogyakarta and am currently living in Bandung for about 6 months. I love to try new living experience in different places. I believe that it teaches me a lot and gives me so many new perspectives on life, since I have to adapt, make new friends and solve my problems all by myself.

I am passionate about art since I was just a kid, despite the fact that I am a computer scientist by education. I just graduated last year from Computer Science at Universitas Gadjah Mada. Now I am working at a tech startup named UrbanIndo as a (literally junior) UI/UX Specialist. I love my field of work so I think of my job as a paid hobby. I also adore my CEO and CTO as my role models, because they are helpful, open minded and down to earth. I enjoy discussing with my co-workers to solve problems, design something, keep my eyes on details, and do some user research. I have a dream to own a business at 30, so now is my time to learn from what I do, see and hear every day. I do these activities with all my heart.

Meanwhile, my nearest dreams are to live abroad for years and continue my study to learn about UI and UX more, so I combine those dreams into a phrase: study abroad. Honestly I really love the US and UK, but it doesn't matter if I have a chance to go to other countries as long as I can get good mentors and environment to develop my passion deeper. Whatever my plans are, I believe God is still the best scenario writer ever. I’m pretty sure He has a great plan for me.

Even though UI and UX are usually where my heart is, since I’ve moved to Bandung, I do try and involve myself with other activities. I value learning and enjoying life. Now I am taking a conversation class in an English course, join a free weekly English class at my office, and also taking an online writing class. I need to learn it a lot because I'd say that I don't have enough confidence with my English skill. Sometimes I still need to think hard before I write and tell something in English, so all I need is practice. Beside that, I enjoy my spare time by reading novels, ebook and articles, watching movies in cinema, writing random things on my blog, drawing my birthday friend’s faces, having deep talks, discover new places, and walking through crowds by myself—observing people and being inspired are my biggest pleasures.

Beside art, music is my passion, too. I grow up listening to The Beatles since my father is a big fan of them. I have learned piano since I was 6 and he gave me The Beatles’ music scores to learn. I collect some Beatles’ covers and love singing along into my hairbrush.

Talking about dream, my biggest dream that I promised to myself since I graduated from university is to empower at least 30 people in the future. I once heard a statistic that if every single graduate student in Indonesia empower 30 people, there will be no more unemployment left. When I knew about the fact, it feels like I have a debt to my beloved country to actualize it. I actually don’t know how I will do this yet. Perhaps I’ll build my own digital startup, a course, or even a food stall.

Moreover, I dream to be one of UX experts in Indonesia someday, so I can be a part-time lecturer or seminar’s keynote speaker frequently to share my passion and knowledge to other passionate people, to participate making Indonesian people more aware about how important the good UX is, to inspire and be inspired more because I will meet so many people out there.

In brief, whatever I’ll do, all I want is to be somebody’s hero, become a useful person while doing something that I enjoy and love, and last but not least, I want to be a great mother, wife, daughter and sister, too, for sure.

***

Footnote:
Halo! Lama nggak nulis blog sejak challenge menulis di blog 31 hari selesai, ditambah sekarang saya lagi jarang nongkrong di kos hehe. Senang sebenarnya, akhirnya waktu yang biasanya dialokasikan buat melototin layar smartphone sampai ngantuk berkurang, karena akhirnya saya sekarang punya kesibukan baru tiap malam, hore!

Jadi ceritanya saya sekarang lagi (sok) nyibukin diri dengan les Bahasa Inggris sepulang dari kantor. Dan essay di atas adalah salah satu PR saya tempo hari. Mengingat skor toefl terakhir yang masih sedih itu, saya mutusin untuk replace malam-malam sendirian saya dengan ikutan les Bahasa Inggris: di tempat kursus di daerah Dago dua kali seminggu (niatnya sekalian cari temen juga sih ini) sama Dimas & Nikos, di kantor seminggu sekali sama Kristo, dan via email/skype sama Mr. Russel Berman.

Sipsip, udah jam 11:30. Saya mau pensiun jadi night owl karna Teh Ninih (istri Aa Gym) pernah bilang kalau mau jadi muslimah yang cantik itu kita harus ngurangin kebiasaan begadang hahaha. Jadi, dadaaah!

Wednesday, February 3, 2016

Who Are You, Sir?

Hehehe punten, urang nggak jago gambar euy :p

***

Dear Mr. I dont know who,
do you know? I love deep talks.

Those are kind of..
Please tell me about why you'd prefer to talk to your dad rather than your mom.
Or tell me what kind of books you like to read while you're waiting or alone in your room.
Or tell me about your favorite lyrics in the songs you listen to everyday and why.
Or tell me about the best friends you had when you were growing up and how.
Or tell me about the things you think about right before you fall asleep.
Tell me anything. Tell me everything.
Tell me like I want to know you better than anyone else on this entire planet.

And oh! I forgot something, anyway.

First of all, please tell me
have I met you yet?

Wednesday, January 27, 2016

Observation


Saya mencatat list ini (and the list just keeps getting longer) di dua lembar terakhir buku agenda saya sejak semasa saya masih tinggal di Jogja. Awalnya saya berpikir bahwa catatan ini akan menjadi sekedar konsumsi pribadi, rahasia. Jadi mohon maklum ya kalau istilah yang saya pakai suka-suka saya banget :D

Rahasia yang nggak bertahan lama, karena hari ini saya bosan memosting tulisan absurd dan kurang penting untuk memenuhi challenge menulis 30 hari yang saya ikuti hihi maafkan ya. Berdasarkan pertimbangan tersebut, saya ingin share sedikit tentang hobi rahasia saya ini.  

Sejujurnya saya punya ketertarikan khusus dengan psikologi, hingga punya beberapa teman baik mahasiswi/mahasiswa psikologi (termasuk adik saya) yang seru sekali diajak diskusi. Saya selalu tertarik dengan sudut pandang mereka tentang perilaku manusia. Bahwa semua itu bisa diobservasi, dianalisis. Sekecil apapun.

Saya juga percaya jika lingkungan tempat kita berada sangat berperan penting dalam pembentukan kepribadian kita sekarang. Jika dianalogikan ibarat sabda Rasulullah, "Berteman dengan penjual minyak wangi akan membuatmu harum karena kamu bisa membeli minyak wangi darinya atau sekurang-kurangnya mencium bau wanginya."

Memang setiap manusia pun tidak ada yang sempurna. Pun saya dan teman-teman dekat saya yang saya catat nama dan sifat baiknya ini. Tapi saya ingin sekali selalu mengingat wangi mereka dan menempelkan badan saya agar ketularan wanginya. Saya berusaha untuk mengamati, mengingat-ngingat, dan kemudian mencatat sifat-sifat baik dan menyenangkan yang mereka miliki.

Tidak jarang catatan kecil ini menjadi pegangan saya, seperti ketika sedang grogi dan panik, saya ingat teman saya yang selalu percaya diri dalam keadaan apapun. Saya membayangkannya di posisi saya saat itu dan apa yang akan dia lakukan agar semua dapat berjalan dengan baik. Juga hal-hal kecil seperti ketika saya sedang malas merapikan kamar, saya ingat teman saya yang kamarnya selalu dalam keadaan rapi dan betapa produktifnya dia dengan kamar rapinya itu. Kemudian ketika saya ingin mengeluh dan ingat teman saya yang saya perhatikan dalam keadaan sesulit apapun masih bisa tersenyum bahkan bercanda, saya mencoba membayangkan isi kepalanya dan kemungkinan-kemungkinan baik yang sedang ia pikirkan ketika ia mengalami hal tersebut.

Dan kalau ditanya kenapa saya hanya mencatat sifat baik, saya rasa jika saya menulis sifat yang menyebalkan tidak ada gunanya karena hanya akan membuat saya kesal tiap kali membacanya haha. Dengan menulis yang baik-baik, saya akan tambah sayang pada mereka. Mereka yang pastinya dengan sifat baiknya, sudah banyak berbuat baik kepada saya dan tanpa mereka sadari sudah mengajarkan saya banyak hal baik untuk saya teladani. Terima kasih ya teman-teman yang namanya saya sensor tadi. Saya bersyukur sekali mengenal baik kalian yang baik-baik (tetot! mengulang kata baik) hihi. Terima kasih sudah pakai minyak wangi dan mau berbagi wanginya :)

Monday, January 25, 2016

Surat Cinta


Kami adalah ratusan saudara kembar yang akur dan baik
Memang bukan kembar identik
Namun serupa dan sama-sama cantik

Masing-masing kami punya cerita berbeda dan daya magis
Diciptakan dari hati lugu nan tulus seorang gadis
Yang ditulisnya sambil tersenyum dan kadang pula menangis

Tahukah kamu kalau kami anak rumahan yang romantis
Betah tinggal di laci meja diletakkan bertumpuk seakan berbaris
Dan tidak pernah pergi sejak awal selesai ditulis

Sunday, January 24, 2016

Mood Boosters

  1. Dapat duduk dekat jendela, jendelanya besar dan mudah dijangkau karena nggak terlalu tinggi
  2. Pengamen yang suaranya merdu di bis patas AC atau warung makan pinggir jalan
  3. Anak perempuan yang rambutnya lurus dan berponi, anak laki-laki yang lagi senyum malu-malu
  4. Nyolong waktu jam kerja pura-pura cari referensi buka airbnb, trulia dkk cuma buat cuci mata lihat interior rumah yang bagus-bagus
  5. Sprei/baju tidur yang bersih dan wangi laundry
  6. Bayangin kejadian lucu
  7. Dapat kado handmade, surat/kartu pos yang ditulis pakai tulisan tangan
  8. Berkhayal lalu dicatat atau digambar di kertas
  9. Unexpectedly dapat gratisan atau traktiran ;p
  10. Minum kopi dingin yang ada campuran susunya dan rasanya manis
  11. Nggak sengaja nemu barang yang udah lama hilang
  12. Plat mobil unik yang bisa dibaca jadi kata
  13. Perasaan puas setelah namatin buku/film/TV series bagus
  14. Di-notice sama orang yang lagi ditaksir
  15. Supir ojek atau taksi yang seru diajak ngobrol
  16. Didoain dapat jodoh yang baik
  17. Open conversation sama stranger yang ternyata sangat ramah dan enak diajak ngobrol
  18. Joke absurd
  19. Nyiram tanaman
  20. Makan coklat batangan, mie yamin pangsit goreng, french fries, dan makanan enak lainnya
  21. Nyoba sesuatu untuk pertama kalinya
  22. Main The Sims
  23. Lampu oren di taman atau halaman rumah pinggir jalan
  24. Jalan kaki atau sepedahan santai sore-sore sambil lihat kanan kiri
  25. Having a deep conversation lalu terinspirasi
  26. Ngerjain sesuatu dengan sungguh-sungguh lalu diapresiasi
  27. Setel mp3 sambil mandi sambil sing along
  28. Nonton acara social experiment yang nampilin orang baik yang peduli dan jujur
  29. Bapak dan Mama lagi ledek-ledekan
  30. Binar mata orang yang bilang makasih dengan tulus karena merasa terbantu
--
20:55 WIB / Bis Primajasa
ditulis dalam perjalanan Bekasi - Bandung

Saturday, January 23, 2016

Wishlist

Mini Cooper
Pic source: here

Baby Grand Piano
Pic source: here

Rooftop Garden
Pic source: here

Jacuzzi
Pic source: here

Massage Chair (includes the guy? ;p)
Pic source: here

Daydreaming is fun. Daydreaming is fancy. Daydreaming is free.

Friday, January 22, 2016

Unsubscribe


She: You stopped loving me. Why?
He: Why are you asking? You just unsubscribed my love.

Thursday, January 21, 2016

Sebatas Punggung

Gambar dipinjam dari sini

Selamat malam!

Sudah pernah nonton film Rectoverso? Saya sudah. Mungkin ada yang belum tahu kalau film ini termasuk jenis film omnibus--film yang memiliki beberapa cerita yang digabung menjadi satu. Dan di antara saya dan teman-teman saya yang kala itu menonton filmnya bersama, hanya saya yang berkaca-kaca sambil bilang, "filmnya bagus", hingga lagi-lagi mereka bilang selera saya anomali. :'))

Bukan, bukan karena memang saya baru membaca bukunya setelah menonton filmnya, karena memang seringkali buku yang difilmkan membuat kecewa para pembacanya. Pun bukan karena saya fans berat aktor, akrtis, sutradara atau penulisnya (eh tapi kalau Dee mah saya memang ngefans banget).

Sebenarnya saya hanya punya satu alasan mengapa saya suka sekali film ini yaitu saya suka sekali dengan segmen Hanya Isyarat, kisah favorit saya baik di buku maupun filmnya. Lebih spesifik lagi, saya suka sekali pada satu scene yang tidak bosan saya putar berulang-ulang.

Entah mengapa saya mudah sekali dibuat sedu sedan (kalau lagi PMS) atau paling normal peluk guling erat-erat sambil merengut tiap kali memutar scene ketika Al menceritakan ini di samping Raga, yang selama ini hanya berani ia kagumi sebatas punggungnya dan hanya berani ia lihat dari jauh.

***

"Aku mulai berkisah, tentang satu sahabatku yang lahir di negeri orang lalu menjalani kehidupan keluarga imigran yang sederhana. Setiap kali ibunya hendak menghidangkan daging ayam sebagai lauk, ibunya pergi ke pasar untuk membeli bagian punggungnya saja. Hanya itu yang mampu ibunya beli. Sahabatku pun beranjak besar tanpa tahu bahwa ayam memiliki bagian lain selain punggung. Ia tidak tahu ada paha, dada, atau sayap. Punggung menjadi satu-satunya definisi yang ia punya tentang ayam.

Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya mampu kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang cuma sanggup kuhayati bayangannya dan tak akan kumiliki keutuhannya. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan atau hujan. Seseorang yang selamanya harus dibiarkan berupa sebentuk punggung karena kalau sampai ia berbalik, niscaya hatiku hangus oleh cinta dan siksa."

Wednesday, January 20, 2016

Mewarnai

Cita-cita saya ingin menjadi seperti Pablo Picasso

Kabarnya mewarnai gambar sekarang jadi tren baru penghilang stres ya?
Iyaaa tren di kalangan orang dewasa.
Ah jadi pingin nyoba.
Tapi kan nggak punya buku mewarnai.
Yaudah corat coret aja deh.
Abis itu gambarnya diwarnain.
Abis itu...
Eh?
Loh?
Loh?
Stresnya kemana?
Kok hilang?
Waaah ajaib!
Asyik!!

Tuesday, January 19, 2016

Free


"I'm free, I think. I shut my eyes and think hard and deep about how free I am, but I can't really understand what it means. All I know is I'm totally alone. All alone in an unfamiliar place, like some solitary explorer who's lost his compass and his map. Is this what it means to be free? I don't know, and I give up thinking about it."

— Haruki Murakami (Kafka on The Shore)

***

"Mama, Gita kerja di Bandung boleh?"
"Mau pergi lagi, Mbak? Di sana tinggal sama siapa? Ada temen?"
"Ngekos aja, kayak di Jogja dulu. Kalau temen kan nanti tinggal dicari."
"Kenapa nggak cari kerja di Jakarta aja? Bisa pulang tiap hari. Temenin Mama sama Bapak di rumah."
"Mumpung masih muda, Ma. Pingin ngerasain tinggal di Bandung. Sejuk, kerjaannya juga sesuai sama passion Gita. Boleh ya?"

***

"Mama, Gita kangen rumah deh."
"Kenapa? Pulang kantor trus kesepian lagi ya?"
"Hehehe, iya."

Monday, January 18, 2016

Belajar Centil

Alo!
Kali ini saya mau bercerita tentang salah satu dari banyak misi saya di tahun 2016 ini. Untuk habit (btw saya suka mengelompokkannya menjadi dua: habits dan goals), atas request sahabat saya sejak SMA, Diandra, saya mau mencoba untuk membiasakan diri berdandan yang intinya memang ingin lebih peduli dengan penampilan.

Di umur hampir seperempat abad ini, dari skala 1-10 bisa dibilang skill berdandan saya tidak lebih dari angka 5 karena memang cenderung kurang peduli dan malas. Kalau ada alat make up yang ada di kamar saya pun seringkali barang gusuran dari mama saya yang sebetulnya juga jarang saya pakai.

Hingga pada suatu hari, saya berfoto bersama kelompok bermain saya di kampus dan baru sadar kalau wajah saya yang terlihat paling kekanak-kanakan. Bibir saya pucat sendiri bahkan pecah-pecah, alis saya yang paling apa adanya (berantakan dan jarang-jarang haha), kadang-kadang bahkan kerudung saya juga kusut dan paling biasa sendiri pfff (untuk yang terakhir salahkan kebiasaan siap-siap ala koboi tiap pagi).

Hingga pada suatu hari juga, ada seorang junior saya di kampus menginap di kos saya di Bandung. Ketika mau siap-siap berangkat ke kantor, dia melihat saya menggunakan lipstik arab tipis-tipis (oleh-oleh umroh dari bude) lantas bertanya sambil bercanda, "Mbak, kamu udah kerja kok masih pakai lipstik arab sih ckck."

Hingga pada suatu hari lainnya, akhirnya saya diberi challenge dan pengertian dari Diandra, bahwa berdandan itu penting dengan iming-iming tiap kali saya menolak sarannya untuk pakai ini dan itu, "Katanya mau ketemu jodoh masa gitu aja nggak mau". Saya akhirnya luluh meminta untuk ditemaninya membeli beberapa peralatan perang perempuan dewasa rekomendasinya dan berjanji untuk belajar mengaplikasikannya dengan baik. Meski saya baru berencana expand dari bedak dan lipstik arab tipis ke eyeliner, pensil alis dan lipstik beneran haha (apa kabar blush on, eye shadow, dan teman-temannya yang lain ya?) tapi at least kalau difoto bareng teman perempuan yang gaul-gaul, muka saya nggak kelihatan polos sendirian lagi lah ya :'))))

*buat yang baru dibeli, saya beri warna background merah di belakang angka.

Self-reminder: Rajin pakai kami, ya!

  1. Bedak bayi tabur Johnson's varian milk & rice. Wanginya enak! Mood booster sehabis mandi. 
  2. Minyak telon Konicare. Wajib dioles di perut sehabis mandi. Anget dan wanginya nenangin.
  3. Bedak tabur Marcks varian rose (warna pink). Bedak muka yang seingat saya belum pernah saya ganti merknya sejak SMP.
  4. Krim wajah Natasha. Semata-mata karena wajah sensitif saya membutuhkannya hehehe. Ada yang dipakai sebelum tidur dan setelah mandi. Saya baru pindah dari LBC ke Natasha dan ternyata kulit wajah saya lebih cocok dengan produk ini.
  5. Shower to Shower spray varian fly (warna biru). Wanginya segar. Mirip wangi bedak bayi. Saya pakai kalau mau pergi yang deket-deket.
  6. Body mist Body Shop varian vanilla. Lagi suka wangi yang manis-manis. Ini cuma saya pakai kalau mau ke kantor atau pergi yang agak jauh.
  7. Body butter Wardah varian milk & pearl. Wangi vanilla juga. Lembut di kulit. Kadang iseng saya pakai di punggung tangan cuma buat saya endus-endus. Btw ini hadiah dari apply job di Paragon sewaktu job fair UI tahun lalu haha.
  8. Foot cream Oriflame varian avocado nyolong punya mama. Dipakai sebelum tidur di telapak kaki. Sering lupa dipakai makanya nggak abis-abis.
  9. Hair Tonic Mustika Ratu. Wanginya enak dan bikin kulit kepala dingin sehabis mandi. Suka!
  10. Maskara Oriflame nyolong punya mama juga :p Tulisannya udah hilang jadi no clue variannya apa. Selama ini dipakai cuma buat ke kondangan.
  11. Masker lumpur Naturgo. Saya suka pakai masker lumpur karena setelah kering bisa ditarik dari muka dan komedo yang terangkat kelihatan. Jadi experiencenya lebih menyenangkan dan memuaskan.
  12. Face paper (kertas minyak) Ovale. Kemarin nyoba beli dan ternyata menurut saya lebih mantap face papernya Clean n Clear.
  13. Lip therapy Vaseline. Kemarin mau beli yang varian stroberi tapi keabisan. Ini rekomendasi dari Diandra yang suka protes lihat bibir saya selalu pecah-pecah.
  14. Liquid eye liner Maybelline. Pakainya susah sih karena saya baru belajar banget dan kelopak mata saya kecil haha. Tapi sejauh ini puas, karena kalau kena air (misal abis wudhu) hitam-hitamnya nggak beleber tapi mengelupas. Jadi nggak bikin bekas hitam-hitam di bawah mata.
  15. Pensil alis warna abu-abu Maybelline yang Diandra rekomendasikan ke saya yang pengen nyoba pakai pensil alis juga tapi nggak mau terlalu kelihatan dan ketahuan (banyak maunya).
  16. Soft matte lip cream NYX varian San Paulo. Dibeli di Jogja kemarin atas rekomendasi teman-teman geng yang gaul dan funky. Warnanya nggak terlalu merah, nggak terlalu nude. Lumayan awet juga. Sukaaa. Rian, sahabat saya, bilang seharusnya saya juga beli lipstik warna lainnya biar bisa gonta ganti warna dan nggak bosan. Aye aye!

Sunday, January 17, 2016

Wedding Invitation

Haiyaa!
Saya bersyukur challenge menulis blog ini tidak bertema, jadi di tengah kantuk dalam perjalanan delapan jam ini saya memilih untuk membuat post portofolio saja haha.

Senang dengan segala hal yang berkaitan dengan pernikahan membuat saya makin senang ketika salah seorang sahabat saya, Esti, mempercayakan desain undangannya untuk saya kerjakan. Rasa bahagianya bukan double lagi, tapi triple: sahabat kesayangan saya akhirnya menikah, saya bisa desain undangannya sebagai kado pernikahan dari saya, dan dia (dan suaminya yang juga teman saya) puas dan suka dengan hasilnya :")

Meski bukan lulusan sekolah desain dan dengan skill desain yang terbatas, saya selalu percaya bahwa apapun yang dibuat dengan hati akan sampai ke hati juga.



Kemudian, taraaa! Ini foto penampakan setelah undangan dicetak...


Saturday, January 16, 2016

Pulang

Ki-ka: Novel Pulang-nya Tere Liye; Eiji, anak si ibu sebelah yang senang difoto; Lirik lagu Pulang Float yang ngawur di mp3 handphone saya

"Karena pulang adalah kapanpun kau kembali ke tempat yang kau anggap rumah."

Saya selalu menganggap Jogja sebagai rumah.

Sejak bapak ibu tetangga tiap kali melihat saya beredar di lingkungan rumah (pemandangan yang langka) menyapa dengan sapaan default, "Lagi liburan, Gita? Kapan balik lagi ke Jogja?" meski saya sudah lulus kuliah.

Sejak keluarga besar yang saya temui di acara keluarga biasa berseru, "Apa kabar nih orang Jogja?" ketika saya datang.

Sejak banyak teman yang saya anggap sudah seperti keluarga yang (masih/sesekali) tinggal dan bisa saya temui di banyak sudut kota Jogja.

Sungguh, saya sayang sekali sama Jogja.
Ah, jadi susah tidur saking senangnya.

--
01:55 WIB / Kereta Lodaya Malam
ditulis dalam perjalanan Bandung - Yogyakarta

Friday, January 15, 2016

Seenggaknya

Hore tangan saya masuk youtube *norak*

P.S: Tadi dikirimin screenshot ini sama temen, trus baru sadar muka saya nggak kelihatan sama sekali padahal waktu itu takenya berkali-kali dan muka sempet dibedakin sama mbak-mbak kru video makernya haha tapi lumayanlah tangan saya tetep kelihatan hahaha. Sorry for the spam, seharian ini lagi kejar deadline mingguan di kantor dan bakal semalaman di kereta Bandung - Jogja yang mana dikhawatirkan koneksi internet dan mood unpredictable tapi kalau saya skip post hari ini nanti kena punishment jadi yaaa :*

Thursday, January 14, 2016

Nguping Kantor

Divisi IT kantor saya

Terinspirasi dari ngupingjakarta, semoga blog post kali ini nggak garing-garing amat.
Bismillah.

Karena terlalu dekat dan polisi tidur yang banyak itu nggak asyik.
A: Kenapa kepingin pindah kosan?
B: Soalnya kedeketan. Kamu kenapa kemarin pindah?
A: Soalnya di kosan lama banyak polisi tidurnya.

Nggak ada gunanya mencintai yang sudah laku :'(
A: Itu gpp tombol gambar hatinya (favorit) dihilangin kalau udah terjual?
B: Gpp, buat apa mencintai yang udah laku?
A: Hm bisa bisa... *lalu baper*

Jangan makan Chuba nanti kamu dipanggil Chubhabhoy.
A: Jangan panggil dia (sebut nama), panggil Chubaboy.
B: Haha kenapa gitu?
A: Soalnya tiap hari dia ngemil keripik Chuba.
B: Oke Cubaboy.
A: H-nya jangan ketinggalan. Chubaboy.
B: Oke Chubhabhoy.

Mau jujur kenal di Tinder tapi malu lagi banyak orang.
CEO: Kamu kenal sama X (calon karyawan yang baru diinterview) dimana?
A: Eh *panik* *jujur enggak jujur enggak* temennya temen, Ko.
CEO: Oh, waktu di Jakarta? *muka curiga*
A: I.. iya.

Trus kalau suka sama cowoknya kenapa nggak boleh hah?!

A: Kenapa bahasa di hp diset Korea?
B (cowok): Suka aja sama negaranya.
A: Oh kirain suka cowoknya.
B: Suka ceweknya juga kok.
A: Berarti cowoknya juga?

Wednesday, January 13, 2016

Surat untuk Anak Perempuan Ibu

Gambar pinjam dari sini

Halo, Nak!

Ibu tidak tahu kelak kamu akan lahir ke dunia ini atau tidak. Satu rahasia Ibu sejak sebelum kamu lahir: Ibu selalu ingin punya anak perempuan. Ibu memang tidak bisa mendikte Tuhan untuk meminta kamu, tapi tidak ada salahnya bukan berangan-angan. Seperti yang Ibu sering bilang, Ibu selalu suka anak-anak perempuan. Ibu punya banyak sahabat perempuan yang baik. Ibu sayang sepupu-sepupu perempuan Ibu. Ibu bangga menjadi perempuan yang bisa berkuliah dan bekerja di antara teman-teman di lingkungan Ibu yang mayoritas laki-laki. Jika kamu sudah besar nanti, kamu akan tahu betapa keren dan menyenangkannya menjadi perempuan.

Nak,
Ibu menulis surat ini bukan karena saat ini Ibu sedang hamil. Bukan karena belum dikasih hamil sama Tuhan, tapi karena memang belum menikah saja. Bahkan mungkin Ibu belum ketemu sama ayahmu, tapi mungkin juga sudah. Yang pasti ketika kamu membaca ini, Ibu dan kamu pasti sudah tahu jawabannya. Dan Ibu yakin, rasa sayang Ayah kepadamu tidak lebih dan tidak kurang sama seperti Ibu. Percayalah bahwa kami akan selalu menyayangimu sepenuh hati.

Nak,
Ibu berdoa semoga kamu tumbuh menjadi anak yang ceria. Ceria karena hidupmu bahagia. Jika hidup kita buruk sekali pun (semoga tidak ya), Ibu tidak akan membiarkanmu mengalami trauma masa kecil. Kalaupun kamu sedang bersedih, Ibu akan berusaha menghibur dan memelukmu. Ibu berjanji akan selalu menjagamu. Ibu akan mengajarkan dan mengajakmu melakukan banyak hal untuk mengasah semua panca inderamu. Ibu akan berusaha menjadi pendengar yang setia untuk semua ocehan lucumu. Saat kamu membaca surat ini, mesin pencari sudah semakin canggih, bukan? Karena Ibu akan berusaha mencari tahu jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan cerdasmu. Ibu akan belajar ilmu mendidik anak yang baik dari buku-buku yang akan Ibu beli di toko buku, artikel-artikel yang akan Ibu cari di internet dan belajar dari eyang-eyang putrimu (ibu dari Ibu dan Ayah) atau teman-teman Ibu yang sudah punya anak lebih dulu. Ibu berjanji akan berusaha menjadi manusia yang lebih baik demi kamu.

Nak,
jika kamu punya masalah cobalah selesaikan sendiri dulu, namun jika terasa berat dan benar-benar butuh bantuan, bilang sama Ibu. Nanti kita cari jalan keluarnya bersama.
Jika kamu punya mimpi, kejar dan raihlah. Selama itu baik bagimu, Ibu pasti akan mendukungmu. Bagi cerita mimpi-mimpimu dengan Ibu. Nanti kita catat di kertas dengan spidol tebal atau crayon warna favoritmu, lalu kita tempel di dinding kamarmu untuk kamu baca selalu.
Meski Ibu suka cerita Cinderella dan teman-temannya dan Ibu yakin kamu juga akan suka, namun Ibu akan selalu mengingatkan, ibu peri itu adalah diri kita sendiri. Kita di masa depan adalah apa yang kita tanam dari sekarang.

Nak,
Ibu akan mengajarkanmu untuk mencintai hidup agar kamu banyak bersyukur. Ibu akan meyakinkanmu untuk mencintai diri kamu apa adanya, seperti yang selalu eyangmu ajarkan kepada Ibu. Tidak apa-apa jika kamu berbeda. Menjadi unik itu keren, tidak ada yang salah dengan itu. Asalkan kamu tetap menjadi anak yang baik dan tidak merugikan orang lain. Bagaimanapun wajah dan ragamu nanti, bersyukurlah, bersyukurlah karena kamu punya Ibu yang akan selalu menyayangimu dan tidak lelah memujimu cantik. Percayalah, kamu cantik, kamu menarik, kamu berharga, kamu bidadari. Bidadari nomor satu kesayangan Ayah dan Ibu.

Nak,
Ibu tidak akan memaksamu untuk menjadi apa yang Ibu inginkan. Ibu tidak suka dipaksa, Ibu yakin tidak ada orang yang senang dipaksa menjadi apa yang dia tidak inginkan, maka Ibu tidak akan melakukannya. Kamu suka musik? Berlatihlah. Kamu suka menari? Menarilah. Kamu suka matematika? Berhitunglah. Ibu tidak akan bersusah payah mengubahnya karena minat dan bakatmu bukan tanah liat. Ibu hanya akan mendidikmu untuk menjadi pribadi yang genuine. Ibu akan membantumu sebaik yang Ibu bisa untuk menggali potensi yang kamu punya. Ibu yakin apapun yang kamu lakukan, jalan apapun yang kamu ambil, jika kamu sayang dengan Ibu, kamu akan berhasil di bidang yang kamu cintai. Belajar tegaslah dalam memilih jalan hidupmu. Pilih pergaulan yang baik. Sayangi keluarga dan Tuhanmu. Jika semua sudah kamu penuhi, kelak Ibu percaya kamu akan jadi seseorang yang bersinar di masa depan.

Nak,
sejak kamu kecil Ibu akan mengenalkanmu pada Tuhan. Tidak usah jadi fanatik. Lakukan segala sesuatu dengan hatimu. Ibu akan berusaha mengenalkan-Nya hingga sampai ke hatimu. Ibu juga masih harus banyak belajar mengenal-Nya lebih dalam. Ibu akan terus belajar. Ibu harus belajar agar kamu juga tidak tersesat nantinya.

Nak,
jadilah anak yang tulus. Berbuat baiklah karena memang hatimu berkata demikian. Sayangi orang-orang yang berada di sekitarmu. Lakukan apa yang kamu ingin orang lain lakukan kepadamu, gunakan itu dalam bermasyarakat. Sesekali cobalah berpikir menggunakan kacamata orang lain, ketika egomu mendesakmu untuk mengikutinya. Tanamkan dalam pikiranmu bahwa memandang orang lain lebih rendah, sama sekali tidak akan menjadikanmu orang yang lebih hebat darinya, justru sebaliknya. Jadilah anak yang baik, Nak. Jadilah anak Ibu yang berhati emas. Agar kamu juga bisa ingatkan ibumu ini yang mungkin nantinya akan beberapa kali kamu pergoki sedang khilaf.

Nak,
jadilah anak yang berkepribadian lembut dan halus. Dalam berperilaku, bertutur kata. Juga jadilah anak yang tegas dan berani. Dalam mengambil keputusan, ketika diperlakukan tidak adil. Karena Ibu mungkin tidak selalu ada di sampingmu 24 jam setiap harinya. Jangan segan bercerita apapun dengan Ibu, ibumu ini manusia fleksibel yang bisa berubah-ubah jadi seorang ibu, teman, sahabat, bahkan pacar (yang akan kamu butuhkan di waktu dewasamu nanti). Dua hal yang harus kamu ingat: 1) Ibumu ini bukan hakim; 2) Ibumu juga manusia biasa yang pernah muda.

Nak,
sesungguhnya masih banyak yang ingin Ibu bagikan kepadamu, tapi biar Ibu simpan dulu ya hingga saatnya kita bertemu di dunia yang indah ini dan kamu mendengarnya langsung dari mulut Ibu. Saat ini mungkin kamu masih melayang-layang di surga. Mungkin juga konsepmu masih dirundingkan oleh Tuhan. Mungkin di atas sana, Tuhan dan krunya sedang merapatkan rencana warna kulitmu, jumlah tahi lalatmu, bakat alamimu. Tidak apa-apa, lahir atau tidak kamu nanti, Ibu akan selalu menyayangimu. Sampai jumpa, Nak!

Peluk dan cium.

Ibumu,
Gita

Monday, January 11, 2016

Saya dan Tompel

#NowPlaying Buaian - Danilla Riyadi

Seorang anak berbaju seragam TK tertawa ketika melihat saya yang kala itu sedang mengantri di toilet mall. Ia tertawa sambil berseru, "Tompel! Tompel! Hahaha". Saya ikut tertawa. Sepertinya ibunya sedang ada di dalam. Dua orang gadis cantik memandang saya iba, dia kira ada hati yang terluka mendengarnya. Tidak, tidak sama sekali, anak itu masih kecil dan setidaknya saya bisa membuatnya tertawa.

"Salep yang Ibu kasih kemarin rutin dipakai kan? Gimana? Sudah pudar tompelnya?", suara Ibu di telepon membuyarkan lamunan saya. "Ibu lihat sendiri aja ya, bulan depan Nia pulang." "Tapi dipakai kan? Ingat umurmu sudah 27, mbok lebih peduli sama penampilan. Sekali-kali ndak apalah tabunganmu disisihkan sedikit buat ke dokter. Pelit banget sih anak Ibu yang manis ini. Ndak kasihan kamu lihat Ibu ndak sabar kepingin cepet-cepat gendong cucu?" "Iya nanti kalau Nia sempat ya, Bu" "Yo wis, jangan lupa dipakai yang rajin salep dari Ibu, ya nduk?" "Nggih, Bu" Lagi-lagi saya berbohong, saya tidak suka pakai salep. Gatal.

Pria bermotor vespa biru menjemput saya di depan kantor. "Maaf menunggu lama, tadi ada urusan sebentar", ujar saya dengan senyum kikuk. "Oh iya, nggak apa-apa kok... (ada jeda sekitar 7 detik) Yuk naik", katanya. Dalam jedanya anak teman Ibu itu memerhatikan lamat-lamat pipi saya. Ah, Ibu pasti mengirim foto buram saya ke temannya agar anaknya itu mau dijodohkan. Dasar Ibu!

***

Setiap waktu saya bercermin, tompel suka melihat saya sambil tersenyum. Tapi entah karena angin apa, kali ini ia membisikkan sesuatu. Ia bilang, "Saya sengaja nempel di pipi kamu, biar kamu nggak kesepian, biar kamu bisa bermain sama saya," begitu katanya. "Ah kamu bisa aja!", saya bilang.

Terima kasih ya tompel, kamu memang ajaib, saya memang jadi tidak kesepian sekarang, karena setiap melihatmu saya selalu ingin tersenyum. Saya jadi ingat seseorang yang ingin selalu saya ingat.

Delapan tahun berlalu. Saat itu hujan deras. Karena kaget melihat kucing tiba-tiba berlari menyebrang, sepeda motor yang saya bawa tergelincir masuk sawah dan saya terlempar agak jauh. Lima belas menit, dua puluh lima menit, tidak ada orang di sana hingga mobil pria itu lewat. Pria misterius itu turun dari mobilnya dan dengan begitu cekatan menggendong saya yang ketika itu tergeletak di pinggir jalan dengan tubuh dan wajah terluka agak parah karena terseret aspal yang semakin terlihat parah karena basah kuyup.

Ia menyelimuti tubuh menggigil saya dengan jaket yang saat itu dipakainya. Dilihat dari jaketnya tampak ia seorang pecinta alam, terlihat samar-samar dari mata saya yang hanya bisa dibuka sedikit. Tampaknya mata saya kemasukan kerikil kecil-kecil. Dia bilang, "Kamu yang kuat ya, sebentar lagi lukamu bakal diobatin kok". Dia membawa mobilnya dengan kebut untuk membawa saya ke rumah sakit terdekat. Di rumah sakit dia menelepon keluarga saya (menggunakan telepon genggam saya yang untungnya selamat) ketika saya kritis. Dia terlihat peduli dan itu menenangkan. Saya hanya bisa mengingat sorot matanya yang tajam ketika mengecek keadaan saya yang terbaring di jok belakang dan bahu bidangnya ketika mengangkat tubuh saya yang penuh luka itu dengat sangat hati-hati namun terasa mantap. Meski dalam ingatan saya visualisasinya seperti diberi efek blur, terlalu samar.

Setelah saya siuman, dia hilang. Saya tidak tahu namanya. Apalagi nomor teleponnya. Wajahnya... ah hanya sorot mata itu yang saya ingat. Padahal ingin sekali rasanya mengucapkan berjuta terima kasih.

Selang satu tahun setelahnya, saya melanjutkan sekolah di negeri seberang dan kembali empat tahun kemudian. Saya benar-benar kehilangan jejaknya. Mungkin dia sudah pindah ke luar kota. Mungkin dia sudah menikah. Biarlah itu menjadi urusannya. Biarlah rasa hangat yang mengalir di dada tiap saya mengingatnya ini juga menjadi urusan saya saja.

Toh rasa rindu ini sedikit banyak selalu bisa terobati seiring ingatan yang terlintas bersama bekas luka di pipi yang sudah akrab saya dan mereka panggil tompel ini.

Oh ya tompel, ngomong-ngomong kamu masih ingat wajah pria itu tidak?

Sunday, January 10, 2016

Kertas Harapan

Sampurasun sadayana! Kumaha damang?

Saya belum cerita ya? Setelah meninggalkan Jogja dan sekitar sebulan transit di Bekasi, 12 Oktober 2015 kemarin saya merantau kembali untuk menumpang cari rezeki di kotanya Kang Emil yang kode teleponnya 022, warna kaos klub sepakbolanya biru dan destinasi belanja langganan anak-anak sekolah ketika study tournya Cihampelas. Ngomong-ngomong, tinggal di kota kembang sudah menjadi cita-cita saya sejak ayah saya suka ajak saya naik kuda di ITB jaman TK dulu hahaha. Saya bersyukur sekali akhirnya punya kesempatan untuk merasakan tinggal di kota romantis nan sejuk dan banyak taman ini.

Nah, jadi yang mau saya ceritakan di sini adalah apa yang saya lihat sore tadi ketika berkunjung ke alun-alun kota Bandung bersama adik saya, Mamat. Ketika masuk, perhatian kami langsung tersedot ke beberapa kerangka bola yang seolah menyambut kedatangan kami. Kerangka tersebut terbuat dari kawat dan ditempeli bubble speech warna warni di hampir semua sisinya. Penasaran, baca-baca sekilas, kami menarik kesimpulan, oh ini sepertinya kertas harapan untuk Bandung di tahun 2016. Hal tersebut kami simpulkan karena banyak yang menulis ingin Bandung bebas macet, korupsi, dan harapan-harapan serupa lainnya, meski ada banyak juga yang menuliskan harapan pribadi. Namun di luar itu saya juga menemukan beberapa pesan yang membuat hati saya tergelitik untuk mengabadikannya dengan kamera ponsel saya. Mengingat kebutuhan materi untuk challenge menulis di blog 31 hari yang baru masuk hari keempat tapi saya sudah kehabisan ide ini haha. Yuk.

Penampakan kerangka bola di Alun-Alun Bandung

Yeah haters, don't worry be happy!

Aamiin ya Rabb

Sama-sama ya :)

Self-reminder (y)

Mari ;)

Saturday, January 9, 2016

Pantun

Ada pasutri bertengkar sengit
Karena dihimpit masalah ekonomi
Tetapkanlah pikiranmu selalu melangit
Dengan hati yang terus membumi
*terinspirasi dari kutipan Pidi Baiq

Anak kurus mandi kembang
Sambil bernyanyi suaranya sumbang
Tulus itu dicaci tak tumbang
Dipuji pun ia tak terbang
*terinspirasi dari kutipan Anies Baswedan

Muchlas duduk di kelas dua belas
PR yang banyak membuatnya malas
Ikhlas itu seperti surat Al Ikhlas
Yang di dalamnya tidak ada kata ikhlas

Hwoarang berputar seperti gasing
Ling Xiaoyu cedera kakinya luka
Setiap orang punya kisah masing-masing
Pikirkan itu sebelum menilai mereka

Dahulu Amel minum jamu penambah nafsu makan
Namun kini ia gemuk semua tinggal kenangan
Jangan sedih bila diremehkan
Buktikan bahwa kau pantas diberi tepuk tangan

Friday, January 8, 2016

Book Review

Hello world.

Sebenarnya saya tidak begitu suka menulis review karena merasa tidak begitu pandai menulis (terutama jika lebih dari 140 karakter haha) dan cenderung kurang kritis. Namun sisi lain hati saya percaya, bisa karena terbiasa. Maka dari itu ketika mood untuk menulis muncul, beberapa kali saya mencoba memaksakan diri menulis review buku yang baru saja selesai saya baca.

Berikut adalah beberapa review yang pernah saya post di akun goodreads saya. Tidak panjang. Tidak tajam. Sekedar unek-unek. Karena bagi saya, blog dan media sosial seperti goodreads adalah lahan untuk meng-upgrade writing skill yang paling menyenangkan :)

1) Entrok
(rating saya: 4/5)
Sempat tertipu sebentar dengan cover dan judul buku (entrok=bra), Entrok merupakan novel karangan Okky Madasari yang menyenangkan untuk dibaca. Membuat jatuh cinta sekaligus benci. Jatuh cinta dengan sosok perempuan kuat bernama Marni dan benci dengan rezim zaman orde baru--zaman dimana orang-orang yang tidak punya kuasa tunduk pada hukum dan tidak bisa melakukan perlawanan sedikit pun meski mereka tidak bersalah.

Usai membaca bab terakhir, saya membaca ulang bab pertama dan sukses dibuat menangis, seketika ingin menghubungi ibu di rumah untuk sekedar berterima kasih sudah membesarkan anaknya dengan baik dan sepenuh hati.

2) Sufi Nyentrik dan Misteri Kota Terlarang
(rating saya: 4/5)
Karakter unik Nasruddin Hoja, Kubilai Khan, dan Marco Polo dikemas secara apik oleh Nugraha Wasistha sehingga menampilkan kolaborasi tokoh utama yang sangat menarik. Ditambah lagi, alur cerita yang sulit ditebak sukses membuat saya selalu penasaran dan tidak sabar untuk terus mengikuti cerita ini sampai akhir.Novel bertema detektif dengan latar Negeri Cina semasa berkuasanya Dinasti Mongol yang ringan, cerdas, menghibur, dan kaya akan nilai sejarah ini sangat direkomendasikan untuk dibaca.
3) Sunshine Becomes You(rating saya: 3/5)Novel Ilana Tan pertama yang saya baca dan membuat saya langsung jatuh cinta dengan cerita supermanis, ringan, dan gaya bahasa ala novel terjemahannya.  Selama membaca, yang terlintas di bayangan saya adalah film drama romantis era 90-an dengan latar Amerika jaman itu yang membuat saya mudah sekali terlarut dalam alurnya.Endingnya sebenarnya sudah tertebak di tengah cerita, namun tetap sukses membuat hanyut beberapa detik setelah selesai membaca. Rasanya seperti ingin merobek beberapa lembar bab terakhir, lalu menggantinya dengan ending yang saya inginkan hihi. Saya rasa setelah ini tetralogi 4 musim Ilana menjadi sesuatu yang wajib saya baca.Ngomong-ngomong, saya agak underestimate dengan filmnya. Tapi kita lihat saja ya.
4) 23 Episentrum
(rating saya: 3/5)
Dua buku dalam satu sampul (satu novel dan satu antologi 23 biografi singkat) yang seharusnya berada di rak buku motivasi ini berisi cerita yang dekat dengan keseharian kita. Rasanya seperti sedang membaca blog inspiratif atau mendengar curhatan teman. Meski saya lebih menikmati novel pertama Adenita, 9 Matahari, banyak nilai moral yang bisa dipetik selama membaca novel keduanya ini.

Saya menemukan dua kutipan menarik yang menggambarkan buku ini, "Lakukan kebaikan dan lupakan" dan "Berjalan, bekerja, dan hiduplah dengan keputusan yang diambil dari hati".

Buku ini cocok bagi yang sedang krisis motivasi ataupun yang masih bingung dengan passionnya dalam disiplin ilmu maupun pekerjaan.


5) Sabtu Bersama Bapak
(rating saya: 5/5)
Buku karangan Adhitya Mulya ini bercerita tentang seorang Bapak bijak yang memiliki kemampuan dan bakat planning luar biasa dalam menjalani hidup (bahkan ia mempersiapkan dengan matang apa saja yang bisa ia lakukan ketika ia sudah tidak ada di dunia). Di dalam buku ini, peran Si Bapak juga sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak. Maka dari itu saya tidak segan untuk turut mengkampanyekan buku ini kepada para laki-laki dan calon bapak di luar sana. Hehehe.

Butuh waktu seharian bagi saya untuk menyelesaikan buku bagus ini. Sebenarnya bisa selesai lebih cepat mengingat buku ini tidak terlalu tebal dan dikemas dalam alur dan bahasa yang sangat ringan untuk dinikmati. Namun ada banyak kutipan yang membuat saya berhenti untuk berpikir sejenak, kalimat yang rasanya meminta saya untuk membacanya berulang-ulang sampai hati saya berhasil menyerapnya sebelum melanjutkan ke kalimat selanjutnya.

Dan kabar yang beredar dari linimasa si penulis, novel ini juga akan segera difilmkan. Buku bagus yang akan divisualisasikan oleh sutradara selalu berhasil membuat deg-degan ya. Film imajinasi yang telah diputar di kepala selama membaca seakan terlalu idealis dan belum rela untuk diduakan. But again, let us see.

*****

Catatan kaki: 
Semoga besok-besok saya bisa baca lebih banyak buku, review lebih sering dan lebih baik lagi. Ngomong-ngomong, post ini editable. Saya berencana untuk menambahnya sewaktu-waktu. :D

Thursday, January 7, 2016

30 Dating Ideas

Halo, selamat tahun baru 2016! Sebelumnya mohon maafkan si blogger pemalas ini :(

Postingan ini dibuat dalam rangka keikutsertaan saya di challenge 31 hari menulis #NulisJuga di blog. Sesaat setelah meledeki seorang teman yang tiba-tiba rajin share postingan blognya setiap hari, saya diajaknya untuk ikut bergabung ke komunitas menulisnya yang mana langsung saya sambut dengan senang hati karena memang sedang butuh motivasi untuk menghidupkan blog ini kembali. Meski mudah ditebak, tema post yang akan saya buat hingga 30 hari ke depan sudah pasti akan random, tidak berbenang merah dan suka-suka saya, seperti biasanya. Hihi.

Pada post perdana challenge ini, saya ingin memuntahkan khayalan-khayalan dating seru versi saya, si korban banyak film dan novel hopeless romantic ini, yang sudah lama saya simpan di kepala. Agak lucu karena saya tidak berpacar haha tapi tidak apa-apa lah ya. Mungkin ada yang sepaham dengan imajinasi saya, sudah punya teman hidup dan sedang butuh inspirasi.

Gambar pinjam dari sini

  1. Menyusun resolusi tahun baru by request, ajukan challenge demi kebaikan partner beserta reward dan punishment-nya (sudah kesepakatan bersama juga tentunya). Contoh: minum air putih minimal 1 liter sehari.
  2. Menonton teater, konser musik klasik atau pentas tari. 
  3. Stargazing. Bisa ke bukit bintang, observatorium atau planetarium juga sounds fun.
  4. Datang ke seminar parenting bareng. Jangan lupa bawa note.
  5. Keliling IKEA. Berkhayal rumah masa depan.
  6. Menonton sirkus. 
  7. Join volunteer di komunitas sosial. Main bareng adek-adek :)
  8. Baca buku bareng sambil cuddling.
  9. Mengejar sunrise dan menonton sunset.
  10. Cari referensi desain interior lalu renovasi kamar.
  11. Coffee date lalu have a deep conversation. Tentang pandangan hidup. Tentang mimpi. Tentang cerita masa kecil. Tentang apapun.
  12. Take a long walk together sehabis hujan.
  13. Jalan-jalan naik kendaraan umum. Observe people.
  14. Bertukar DIY letters, pakai perangko, kirim via pos.
  15. Jalan-jalan sore, motoran keliling komplek mewah. Lihat rumah-rumah bagus.
  16. Coaching each others. Saling belajar dan mengajar skill baru yang dikuasai satu sama lain.
  17. Duduk di pinggir danau atau di bangku taman, pakai headset yang sama dan menikmati lagu yang mengalun tanpa mengobrol.
  18. Belajar hal yang baru bersama dari 0 bisa dengan ikut kelas workshop atau sekedar menonton tutorial di youtube. Contoh: belajar membuat origami, meditasi, melukis di kanvas atau mengikat gelang makrame.
  19. Ego-less. Menonton film genre kesukaan partner, misal film princess atau sci-fi.
  20. Sketch each other faces. Bukan masalah bagus atau tidaknya, tapi momennya haha.
  21. Break a sweat. Sepedahan, jogging, atau olahraga favorit lainnya.
  22. Go to gigs-nya band atau penyanyi bersuara syahdu yang saking syahdunya membuat kepala ingin bersandar ke pundak orang sebelah :))
  23. Masak bersama lalu dibawa piknik. Requirements: di bawah pohon, di atas rumput, keranjang rotan, monopoli atau mainan serupa lainnya, kamera, tikar, orange juice.
  24. Book hunting di toko buku bekas.
  25. Hunting makanan dan jajanan enak. Buat check list.
  26. Brainstorm ide. Mengerjakan project bisnis berdua.
  27. Sing along tanpa beban. Take a record.
  28. Review pekerjaan kantor masing-masing. Saling memberi feedback dan motivasi.
  29. Buat blog bersama. Menulis secara bergantian dan berbalasan.
  30. Jalan-jalan ke Ancol, Taman Mini, Taman Safari dan Water Boom.
I think it's gonna be extremely fun if you do all of these cheesy dating ideas with your beloved one and both of you are in love. Hehehe