Wednesday, January 13, 2016

Surat untuk Anak Perempuan Ibu

Gambar pinjam dari sini

Halo, Nak!

Ibu tidak tahu kelak kamu akan lahir ke dunia ini atau tidak. Satu rahasia Ibu sejak sebelum kamu lahir: Ibu selalu ingin punya anak perempuan. Ibu memang tidak bisa mendikte Tuhan untuk meminta kamu, tapi tidak ada salahnya bukan berangan-angan. Seperti yang Ibu sering bilang, Ibu selalu suka anak-anak perempuan. Ibu punya banyak sahabat perempuan yang baik. Ibu sayang sepupu-sepupu perempuan Ibu. Ibu bangga menjadi perempuan yang bisa berkuliah dan bekerja di antara teman-teman di lingkungan Ibu yang mayoritas laki-laki. Jika kamu sudah besar nanti, kamu akan tahu betapa keren dan menyenangkannya menjadi perempuan.

Nak,
Ibu menulis surat ini bukan karena saat ini Ibu sedang hamil. Bukan karena belum dikasih hamil sama Tuhan, tapi karena memang belum menikah saja. Bahkan mungkin Ibu belum ketemu sama ayahmu, tapi mungkin juga sudah. Yang pasti ketika kamu membaca ini, Ibu dan kamu pasti sudah tahu jawabannya. Dan Ibu yakin, rasa sayang Ayah kepadamu tidak lebih dan tidak kurang sama seperti Ibu. Percayalah bahwa kami akan selalu menyayangimu sepenuh hati.

Nak,
Ibu berdoa semoga kamu tumbuh menjadi anak yang ceria. Ceria karena hidupmu bahagia. Jika hidup kita buruk sekali pun (semoga tidak ya), Ibu tidak akan membiarkanmu mengalami trauma masa kecil. Kalaupun kamu sedang bersedih, Ibu akan berusaha menghibur dan memelukmu. Ibu berjanji akan selalu menjagamu. Ibu akan mengajarkan dan mengajakmu melakukan banyak hal untuk mengasah semua panca inderamu. Ibu akan berusaha menjadi pendengar yang setia untuk semua ocehan lucumu. Saat kamu membaca surat ini, mesin pencari sudah semakin canggih, bukan? Karena Ibu akan berusaha mencari tahu jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan cerdasmu. Ibu akan belajar ilmu mendidik anak yang baik dari buku-buku yang akan Ibu beli di toko buku, artikel-artikel yang akan Ibu cari di internet dan belajar dari eyang-eyang putrimu (ibu dari Ibu dan Ayah) atau teman-teman Ibu yang sudah punya anak lebih dulu. Ibu berjanji akan berusaha menjadi manusia yang lebih baik demi kamu.

Nak,
jika kamu punya masalah cobalah selesaikan sendiri dulu, namun jika terasa berat dan benar-benar butuh bantuan, bilang sama Ibu. Nanti kita cari jalan keluarnya bersama.
Jika kamu punya mimpi, kejar dan raihlah. Selama itu baik bagimu, Ibu pasti akan mendukungmu. Bagi cerita mimpi-mimpimu dengan Ibu. Nanti kita catat di kertas dengan spidol tebal atau crayon warna favoritmu, lalu kita tempel di dinding kamarmu untuk kamu baca selalu.
Meski Ibu suka cerita Cinderella dan teman-temannya dan Ibu yakin kamu juga akan suka, namun Ibu akan selalu mengingatkan, ibu peri itu adalah diri kita sendiri. Kita di masa depan adalah apa yang kita tanam dari sekarang.

Nak,
Ibu akan mengajarkanmu untuk mencintai hidup agar kamu banyak bersyukur. Ibu akan meyakinkanmu untuk mencintai diri kamu apa adanya, seperti yang selalu eyangmu ajarkan kepada Ibu. Tidak apa-apa jika kamu berbeda. Menjadi unik itu keren, tidak ada yang salah dengan itu. Asalkan kamu tetap menjadi anak yang baik dan tidak merugikan orang lain. Bagaimanapun wajah dan ragamu nanti, bersyukurlah, bersyukurlah karena kamu punya Ibu yang akan selalu menyayangimu dan tidak lelah memujimu cantik. Percayalah, kamu cantik, kamu menarik, kamu berharga, kamu bidadari. Bidadari nomor satu kesayangan Ayah dan Ibu.

Nak,
Ibu tidak akan memaksamu untuk menjadi apa yang Ibu inginkan. Ibu tidak suka dipaksa, Ibu yakin tidak ada orang yang senang dipaksa menjadi apa yang dia tidak inginkan, maka Ibu tidak akan melakukannya. Kamu suka musik? Berlatihlah. Kamu suka menari? Menarilah. Kamu suka matematika? Berhitunglah. Ibu tidak akan bersusah payah mengubahnya karena minat dan bakatmu bukan tanah liat. Ibu hanya akan mendidikmu untuk menjadi pribadi yang genuine. Ibu akan membantumu sebaik yang Ibu bisa untuk menggali potensi yang kamu punya. Ibu yakin apapun yang kamu lakukan, jalan apapun yang kamu ambil, jika kamu sayang dengan Ibu, kamu akan berhasil di bidang yang kamu cintai. Belajar tegaslah dalam memilih jalan hidupmu. Pilih pergaulan yang baik. Sayangi keluarga dan Tuhanmu. Jika semua sudah kamu penuhi, kelak Ibu percaya kamu akan jadi seseorang yang bersinar di masa depan.

Nak,
sejak kamu kecil Ibu akan mengenalkanmu pada Tuhan. Tidak usah jadi fanatik. Lakukan segala sesuatu dengan hatimu. Ibu akan berusaha mengenalkan-Nya hingga sampai ke hatimu. Ibu juga masih harus banyak belajar mengenal-Nya lebih dalam. Ibu akan terus belajar. Ibu harus belajar agar kamu juga tidak tersesat nantinya.

Nak,
jadilah anak yang tulus. Berbuat baiklah karena memang hatimu berkata demikian. Sayangi orang-orang yang berada di sekitarmu. Lakukan apa yang kamu ingin orang lain lakukan kepadamu, gunakan itu dalam bermasyarakat. Sesekali cobalah berpikir menggunakan kacamata orang lain, ketika egomu mendesakmu untuk mengikutinya. Tanamkan dalam pikiranmu bahwa memandang orang lain lebih rendah, sama sekali tidak akan menjadikanmu orang yang lebih hebat darinya, justru sebaliknya. Jadilah anak yang baik, Nak. Jadilah anak Ibu yang berhati emas. Agar kamu juga bisa ingatkan ibumu ini yang mungkin nantinya akan beberapa kali kamu pergoki sedang khilaf.

Nak,
jadilah anak yang berkepribadian lembut dan halus. Dalam berperilaku, bertutur kata. Juga jadilah anak yang tegas dan berani. Dalam mengambil keputusan, ketika diperlakukan tidak adil. Karena Ibu mungkin tidak selalu ada di sampingmu 24 jam setiap harinya. Jangan segan bercerita apapun dengan Ibu, ibumu ini manusia fleksibel yang bisa berubah-ubah jadi seorang ibu, teman, sahabat, bahkan pacar (yang akan kamu butuhkan di waktu dewasamu nanti). Dua hal yang harus kamu ingat: 1) Ibumu ini bukan hakim; 2) Ibumu juga manusia biasa yang pernah muda.

Nak,
sesungguhnya masih banyak yang ingin Ibu bagikan kepadamu, tapi biar Ibu simpan dulu ya hingga saatnya kita bertemu di dunia yang indah ini dan kamu mendengarnya langsung dari mulut Ibu. Saat ini mungkin kamu masih melayang-layang di surga. Mungkin juga konsepmu masih dirundingkan oleh Tuhan. Mungkin di atas sana, Tuhan dan krunya sedang merapatkan rencana warna kulitmu, jumlah tahi lalatmu, bakat alamimu. Tidak apa-apa, lahir atau tidak kamu nanti, Ibu akan selalu menyayangimu. Sampai jumpa, Nak!

Peluk dan cium.

Ibumu,
Gita

No comments:

Post a Comment