Saturday, March 16, 2024

Menjadi Ibu (Rumah Tangga)

Halo, kisanak.

Hampir lima tahun sejak terakhir kali saya menulis di sini. Banyak hal berubah, dan jujur saja, saya masih berusaha merapikannya di kepala. Semoga menulis bisa membantu saya mengurai satu per satu.

Setahun terakhir, pusat dunia saya dan suami bernama Hara. Anak yang Allah titipkan setelah empat tahun penantian. Usianya baru satu tahun, tapi kehadirannya mengubah cara saya berdoa, berpikir, dan memandang hidup. Doa-doa saya kini lebih banyak tentang dirinya. Saya ingin hadir penuh, menjadi ibu yang baik, dan membersamainya di setiap fase tumbuh kembangnya.


Menjadi ibu rumah tangga adalah pilihan yang saya syukuri. Saya masih punya opsi, dan suami mendukung keputusan apa pun yang membuat saya tenang. Meski sesekali rindu berkarya dan menghasilkan uang sendiri, saya tidak bisa membayangkan hari-hari tanpa kehadiran saya untuk anak. Di masa golden age ini, saya memilih hidup yang lebih sederhana dengan waktu dan perhatian yang utuh untuknya.

Saya merasa damai. Namun di saat yang sama, ada ruang kosong yang sulit dijelaskan.

Saya bertanya pada diri sendiri, apakah ini tentang aktualisasi diri, tentang rasa berdaya, atau sekadar proses berdamai dengan perubahan identitas. Melihat teman-teman berkembang melalui pekerjaan, pendidikan, dan pencapaian lain, terkadang saya bertanya, apakah saya tertinggal. Padahal saya tahu setiap orang punya jalannya masing-masing.

Di sisi lain, saya juga kerap merasa bersalah sebagai ibu. Milestone yang belum tercapai, perkembangan yang terasa lambat, hal-hal kecil yang membuat saya mempertanyakan kemampuan diri sendiri. Fokus saya nyaris penuh untuk keluarga, sehingga keraguan itu sering terdengar lebih keras dari seharusnya.

Di tengah rasa syukur dan ketenangan ini, saya menyadari satu hal. Saya perlu menemukan cara untuk tetap berdaya tanpa mengorbankan kedamaian yang sudah saya miliki. Menjadi diri sendiri, sekaligus menjadi ibu.

Duh, maaf ya jadi ngalor ngidul dan seperti terkesan mengeluh. Ibu juga manusia, punya rasa punya hati~ 

4 comments:

  1. Ceritanya blog walking, kayak jaman dulu :D Happy to see your writing again,mba Gita ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. haloo mei! ga nyangka masih ada temen yg aktif di blogspot, dirimu juga terakhir publish post 2020 yaa. jujur aku masih kagok nih saking lamanya ga nulis hehe. anw makasih udah mampir yaa memei :') <3

      Delete
  2. gitaaaaa inget aku gaa, gitaa kwwkw. tadi iseng2 buka blog aku juga, bukain satu2 blog yg ku follow, eh aku nemu blog km lagi hahaha, baca nyaa juga kayakkk ih samaa bgt sihhh.. selamat menjadi ibu rumah tangga yaa gita!! km berdaya km hebatt luvvv!

    ReplyDelete
    Replies
    1. huaaa gita!! inget bgt dong. makasih banyak yaa, bun. kamu juga hebattt. btw, ku baru nengokin blog kamu trus kaget post terakhir juga cerita tentang pengalaman jadi ibu rumah tangga huhu terharu. semangat dan sehat-sehat terus buat kitaa <3 <3

      Delete