Halo, kisanak! Hampir lima tahun sejak terakhir kali saya menulis di sini. Banyak hal berubah, dan jujur saja, saya masih berusaha merapikannya di kepala. Semoga menulis bisa membantu saya mengurai satu per satu. Setahun terakhir, pusat dunia saya dan suami bernama Hara. Anak yang Allah titipkan setelah empat tahun penantian. Usianya baru satu tahun, tapi kehadirannya mengubah cara saya berdoa, berpikir, dan memandang hidup. Doa-doa saya kini lebih banyak tentang dirinya. Saya ingin hadir penuh, menjadi ibu yang baik, dan membersamainya di setiap fase tumbuh kembangnya. Menjadi ibu rumah tangga adalah pilihan yang saya syukuri. Saya masih punya opsi, dan suami mendukung keputusan apa pun yang membuat saya tenang. Meski sesekali rindu berkarya dan menghasilkan uang sendiri, saya tidak bisa membayangkan hari-hari tanpa kehadiran saya untuk anak. Di masa golden age ini, saya memilih hidup yang lebih sederhana dengan waktu dan perhatian yang utuh untuknya. Saya merasa damai. Namun di saat ...
Comments
Post a Comment