Hi fellow parents! Sebuah kebahagiaan besar bagi saya ketika di usia 1 tahun 3 bulan, Hara akhirnya berhasil tidur di kamarnya sendiri dari malam sampai pagi, tanpa ditemani. Mungkin bagi sebagian orang tua ini hal biasa, tapi buat saya, ini termasuk one of my life-changing moments. Motherhood era terasa sedikit lebih ringan. Selain kualitas tidur, kuantitas juga tidak kalah penting bagi saya dan suami yang terbiasa tidur delapan jam sehari. Jujur, kami sendiri tidak terlalu paham soal berbagai metode sleep training. Paling hanya mendengar sekilas dari podcast parenting yang sesekali kami tonton. Jadi, apa yang kami lakukan murni hasil dari wawasan terbatas, pengamatan, mikir bareng, dan eksperimen yang disesuaikan dengan kebutuhan anak kami. Sense of urgency mulai muncul saat kami menyadari bahwa selama co-sleeping, kualitas tidur Hara justru kurang baik. Hal-hal kecil seperti ayahnya batuk atau ibunya bergerak karena mau ke toilet sering membuat Hara terbangun dan menangis, yang bias...
Comments
Post a Comment