Sebatas Punggung
Gambar dipinjam dari sini Selamat malam! Sudah pernah nonton film Rectoverso? Saya sudah. Mungkin ada yang belum tahu kalau film ini termasuk jenis film omnibus--film yang memiliki beberapa cerita yang digabung menjadi satu. Dan di antara saya dan teman-teman saya yang kala itu menonton filmnya bersama, hanya saya yang berkaca-kaca sambil bilang, "filmnya bagus", hingga lagi-lagi mereka bilang selera saya anomali. :')) Bukan, bukan karena memang saya baru membaca bukunya setelah menonton filmnya, karena memang seringkali buku yang difilmkan membuat kecewa para pembacanya. Pun bukan karena saya fans berat aktor, akrtis, sutradara atau penulisnya (eh tapi kalau Dee mah saya memang ngefans banget). Sebenarnya saya hanya punya satu alasan mengapa saya suka sekali film ini yaitu saya suka sekali dengan segmen Hanya Isyarat, kisah favorit saya baik di buku maupun filmnya. Lebih spesifik lagi, saya suka sekali pada satu scene yang tidak bosan saya putar berula...