Monday, January 18, 2016

Belajar Centil

Alo!
Kali ini saya mau bercerita tentang salah satu dari banyak misi saya di tahun 2016 ini. Untuk habit (btw saya suka mengelompokkannya menjadi dua: habits dan goals), atas request sahabat saya sejak SMA, Diandra, saya mau mencoba untuk membiasakan diri berdandan yang intinya memang ingin lebih peduli dengan penampilan.

Di umur hampir seperempat abad ini, dari skala 1-10 bisa dibilang skill berdandan saya tidak lebih dari angka 5 karena memang cenderung kurang peduli dan malas. Kalau ada alat make up yang ada di kamar saya pun seringkali barang gusuran dari mama saya yang sebetulnya juga jarang saya pakai.

Hingga pada suatu hari, saya berfoto bersama kelompok bermain saya di kampus dan baru sadar kalau wajah saya yang terlihat paling kekanak-kanakan. Bibir saya pucat sendiri bahkan pecah-pecah, alis saya yang paling apa adanya (berantakan dan jarang-jarang haha), kadang-kadang bahkan kerudung saya juga kusut dan paling biasa sendiri pfff (untuk yang terakhir salahkan kebiasaan siap-siap ala koboi tiap pagi).

Hingga pada suatu hari juga, ada seorang junior saya di kampus menginap di kos saya di Bandung. Ketika mau siap-siap berangkat ke kantor, dia melihat saya menggunakan lipstik arab tipis-tipis (oleh-oleh umroh dari bude) lantas bertanya sambil bercanda, "Mbak, kamu udah kerja kok masih pakai lipstik arab sih ckck."

Hingga pada suatu hari lainnya, akhirnya saya diberi challenge dan pengertian dari Diandra, bahwa berdandan itu penting dengan iming-iming tiap kali saya menolak sarannya untuk pakai ini dan itu, "Katanya mau ketemu jodoh masa gitu aja nggak mau". Saya akhirnya luluh meminta untuk ditemaninya membeli beberapa peralatan perang perempuan dewasa rekomendasinya dan berjanji untuk belajar mengaplikasikannya dengan baik. Meski saya baru berencana expand dari bedak dan lipstik arab tipis ke eyeliner, pensil alis dan lipstik beneran haha (apa kabar blush on, eye shadow, dan teman-temannya yang lain ya?) tapi at least kalau difoto bareng teman perempuan yang gaul-gaul, muka saya nggak kelihatan polos sendirian lagi lah ya :'))))

*buat yang baru dibeli, saya beri warna background merah di belakang angka.

Self-reminder: Rajin pakai kami, ya!

  1. Bedak bayi tabur Johnson's varian milk & rice. Wanginya enak! Mood booster sehabis mandi. 
  2. Minyak telon Konicare. Wajib dioles di perut sehabis mandi. Anget dan wanginya nenangin.
  3. Bedak tabur Marcks varian rose (warna pink). Bedak muka yang seingat saya belum pernah saya ganti merknya sejak SMP.
  4. Krim wajah Natasha. Semata-mata karena wajah sensitif saya membutuhkannya hehehe. Ada yang dipakai sebelum tidur dan setelah mandi. Saya baru pindah dari LBC ke Natasha dan ternyata kulit wajah saya lebih cocok dengan produk ini.
  5. Shower to Shower spray varian fly (warna biru). Wanginya segar. Mirip wangi bedak bayi. Saya pakai kalau mau pergi yang deket-deket.
  6. Body mist Body Shop varian vanilla. Lagi suka wangi yang manis-manis. Ini cuma saya pakai kalau mau ke kantor atau pergi yang agak jauh.
  7. Body butter Wardah varian milk & pearl. Wangi vanilla juga. Lembut di kulit. Kadang iseng saya pakai di punggung tangan cuma buat saya endus-endus. Btw ini hadiah dari apply job di Paragon sewaktu job fair UI tahun lalu haha.
  8. Foot cream Oriflame varian avocado nyolong punya mama. Dipakai sebelum tidur di telapak kaki. Sering lupa dipakai makanya nggak abis-abis.
  9. Hair Tonic Mustika Ratu. Wanginya enak dan bikin kulit kepala dingin sehabis mandi. Suka!
  10. Maskara Oriflame nyolong punya mama juga :p Tulisannya udah hilang jadi no clue variannya apa. Selama ini dipakai cuma buat ke kondangan.
  11. Masker lumpur Naturgo. Saya suka pakai masker lumpur karena setelah kering bisa ditarik dari muka dan komedo yang terangkat kelihatan. Jadi experiencenya lebih menyenangkan dan memuaskan.
  12. Face paper (kertas minyak) Ovale. Kemarin nyoba beli dan ternyata menurut saya lebih mantap face papernya Clean n Clear.
  13. Lip therapy Vaseline. Kemarin mau beli yang varian stroberi tapi keabisan. Ini rekomendasi dari Diandra yang suka protes lihat bibir saya selalu pecah-pecah.
  14. Liquid eye liner Maybelline. Pakainya susah sih karena saya baru belajar banget dan kelopak mata saya kecil haha. Tapi sejauh ini puas, karena kalau kena air (misal abis wudhu) hitam-hitamnya nggak beleber tapi mengelupas. Jadi nggak bikin bekas hitam-hitam di bawah mata.
  15. Pensil alis warna abu-abu Maybelline yang Diandra rekomendasikan ke saya yang pengen nyoba pakai pensil alis juga tapi nggak mau terlalu kelihatan dan ketahuan (banyak maunya).
  16. Soft matte lip cream NYX varian San Paulo. Dibeli di Jogja kemarin atas rekomendasi teman-teman geng yang gaul dan funky. Warnanya nggak terlalu merah, nggak terlalu nude. Lumayan awet juga. Sukaaa. Rian, sahabat saya, bilang seharusnya saya juga beli lipstik warna lainnya biar bisa gonta ganti warna dan nggak bosan. Aye aye!

2 comments:

  1. Ribet juga ya ternyata jadi cewek. Itu aja baru untuk perawatan badan, belum lagi baju,aksesoris. Beda sama cowok ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi ya begitu lah, Mas. Yang satu dari Mars, satunya lagi dari Venus :")

      Delete